JAUH TAPI DEKAT, DEKAT TAPI JAUH
postingan kali ini terinspirasi perasaan sebagai keturunan perantau yang merantau lagi. Jadi gue adalah keturunan daerah x yg tinggal di daerah y, sedang merantau di kota J(akarta). Mahasiswa perantauan itu biasanya punya semacam perkumpulan yang ibaratnya mengayomi ceilah, sebagai wadah kekeluargaan untuk saling membantu di perantauan. Karena gue bingung untuk milih wadah mana, akhirnya gue jadi member kedua wadah tersebut.
overall, becoming member both of this association have its own benefits. they both have its own style of jokes and characteristic. asik sih, bisa ngerti dua kebudayaan itu menurutku cool wkwk. but, sadly karena kepribadian gue yg terbentuk dari 2 kebudayaan itu, gak ada culture yg gue pahami 100% . Sometimes I do feel like a stranger in their conversation (who am I, where am I, why I have to be here) .
di association daerah keturunan x, ini berasa kayak gabung ke keluarga kan .tapi ada saat mereka ngomongin apa misal dlm bahasa daerah,gue ga ngerti..ngomongin tempat hangout yg bagus,daerah tertentu (apalagigue blm pernah mengunjungi daerah keturunan x ini) gue ga ngerti..gue cuma bisa diem klo mereka udah ngomongin hal yg kyk gini..pengen nangis, iya..sometimes feel lonely..apa sih gue nih hanya remah2 regal yang udah keinjek..
di association daerah asal, oke gue ngerti daerah - daerahnya,bahasanya dikit, kultur ngerti, tapi tetap aja ini bukan darah gue,rasanya beda lah..
I do feel envy to them whose have only 1 culture yang mereka dalami. apa ya, enak mereka punya 1 kelebihan yg selalu ngerti.. lah gue boro - boro (nangis di pojokan) ngomong kesenian, bahasa, gue blm terlalu paham..nasib perantau hiks..
yah ini curhatan gue aja sih..tapi tetap harus dijalani dengan lapang dada #backsound : Sheila On 7 - Lapang Dada # apapun yg ada ya hanya mewarnai hidup, enjoy it. Smile :)
Komentar
Posting Komentar